Bisnis Furniture Alumunium Semakin Menggiurkan Jika Kita Senantiasa Berexperimen

Ditengah-tengah lesunya iklim ekonomi di tanah air udah beresiko besar pada menyusutnya daya beli penduduk pada beberapa produk seperti furnitur serta property bahannya kayu. Tetapi, hal semacam itu nyata-nyatanya tak memiliki pengaruh pada produk kerajinan alumunium serta kaca. Kerajinan yg banyak membuahkan produk seperti almari pajangan, rack piring, etalase, gerobak, kusen pintu serta jendela ini bahkan juga makin mengundang hasrat dengan omzet beberapa ratus juta rupiah tiap-tiap bulannya.

Nofi Hendra, pebisnis serta pengrajin furnitur bahannya alumunium yg ada di daerah Simpang Empat Asam Jao, Jorong Subarang Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok ini satu diantaranya. Nofi mengatakan, toko Hary Alumunium Bersaudara (HAB) punyanya senantiasa kebanjiran order pesanan dari konsumen. Walaupun udah memakai tenaga 14 orang karyawan, akan tetapi dia tetap juga belum bisa penuhi pesanan konsumen yg ada dari pelbagai wilayah di Sumatera Barat sampai Propinsi tetangga.

Sehari-hari, kata Nofi, rata-rata faksinya bisa menghasilkan 10 unit barang furnitur seperti almari rack piring, etalase, gerobak serta yang lain. Dengan rata-rata produksi 1 unit, 2 jam yg diselesaikan oleh 2 orang pekerja. “Alhamdulillah kita terus kebanjiran pesanan, paling ketika Ramadhan kemaren memang pesanan lumayan turun lebih kurang 5 prosen dari bulan kebanyakan, ” kata Nofi terhadap Kabarsumbar.

Upaya yg dirintisnya sejak mulai tahun 2010 lalu di Kotobaru Solok ini sebagai peningkatan dari orang tuanya yang punyai aktivitas upaya yg sama, akan tetapi awal mulanya ada di Kota Padang. Dalam dua tahun pertama, disadari Nofi belum tampak perubahan yg subtansial lantaran kala itu masih babak menekuni. Setelah itu, beberapa tahun seterusnya upaya dengan keterampilan otodidak ini udah memberikan perubahan yg subtansial dengan rata-rata perkembangan sekurang-kurangnya 150 prosen per tahun.

Artikel Terkait : harga etalase 2 meter

“Awal menekuni upaya di sini (Solok) modal awal saya kurang dari Rp. 25 Juta. Alhamdulillah saat ini asset saya sudah ada hampir capai Rp. 8 Miliyar, dengan omzet rata-rata Rp. 300 juta sampai Rp. 400 juta perbulannya, ” kata bapak tiga anak ini. Nofi ceritakan, produk yg dibuat dari upaya kerajinan alumunium serta kaca ini punyai beraneka kelebihan antara lain tahan karat, tahan rayap, tangguh serta gampang ketimbang produk bahannya kayu.

Dan buat harga, pun relatif murah ialah dengan kira-kira di antara Rp. 300 ribu sampai Rp. 13 juta per unit, terkait mode serta ukuran produk. “Target pasar kita yaitu kelompok menengah ke bawah, ” ucapkan Nofi yg mengakui tidak sempat kesukaran bahan baku ini. Lanjut Nofi, banyak aspek yg membuat dapat bertahan serta berkembang hingga sampai kini. Aspek itu seperti mutu produk yg dibuat serta senantiasa berexperimen dengan mode terkini, dan kejujuran dalam jalankan upaya. Sampai dapat memperoleh keyakinan dari supplier barang serta perbankan dalam mendukung pendanaan.

Tidak hanya itu ujarnya diperlukan usaha giat serta keuletan dalam menuntaskan tiap-tiap pesanan dari costumer. Dan buat mengawasi komitmen banyak karyawannya, faksinya memegan prinsip berubah menjadi kan karyawan jadi sisi dari keluarga dengan berikan keyakinan. “Adakalanya kita tegas, pada karyawan yg bandel. Akan tetapi yg terutama yaitu mereka sisi dari keluarga dengan saling membesarkan sampai berubah menjadi suatu kubu work yg tangguh. Bila mereka sejahtera kita bakal turut sejahtera, ” kata Nofi.

Buat karyawan baru-baru ini, faksinya dapat menggaji terbawah sebesar Rp. 1, 6 juta tiap-tiap bulannya. Bahkan juga buat karyawan lama ada yg digaji hingga Rp. 18 Juta per bulan. Atas kegigihannya, Nofi saat ini udah mulai meningkatkan upaya (ekspansi) ke sub sektor yang lain seperti pemasangan baja ringan, ACP serta plafon PVC. “Dalam dunia upaya, kita mesti teliti tangkap kesempatan pasar, serta senantiasa berexperimen dengan produk terkini, ” katanya.

Related posts

Leave a Comment