Ciptakan Pompa Air Tanpa Listrik Dari Hasil Merenung di Tegalan

I MADE Warta mati-matian cari trik agar dapat menambah air dari sungai tretesan tebing ketujuan tempat tinggalnya, di Banjar Ked, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar. Dia mengakui di Banjar Ked memang tak ada saluran Perusahaan Wilayah Air Minum (PDAM) . Mengingat banjar itu tempatnya cukup jauh dari pusat desa serta masuk ke tengah dibatasi dengan jurang.

“Kalau PDAM tak masuk hingga sini itu saya tidah tahu urusannya bagaimana. Lantaran saya berpikir apabila cari air memanfaatkan ember atau sejenisnya, sehari-hari pun letih serta tak kuat. Bila beli mesin, uang tak miliki, ” katanya terhadap Bali Express (Jawa Pos Kelompok) , Kamis (13/6) .

Dia memperjelas penduduk banjar ditempat ada 250 krama. Rata-rata mereka cari air di saluran sungai yg berada pada timur banjar dengan memanfaatkan mesin listrik. Tidak hanya itu ada juga yg beli seharga satu kibik Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu bila musim kering atau disaat mesinnya rusak. Lantaran hambatan cost, Warta lantas cari trik biar air yg berada pada tebing belakang tempat tinggalnya dapat dia naikkan hingga halaman tempat tinggalnya itu.

Pria tiga anak itu mengakui cuma menyaksikan mesin pompa yg memanfaatkan mesin, setelah itu dia tekuni serta modifikasi cuma memanfaatkan pipa saja. Hingga hasil karyanya itu dapat menambah air beberapa puluh kubik tiada memanfaatkan listrik. “Saya lihat mesin itu, setelah itu saya balikkan saja klepnya serta saya modifikasi memanfaatkan pipa. Kala itu lama airnya tak dapat naik, coba serta saya coba , ” terangnya.

Warta lantas mengakui dalam cari trik menambah air itu, dia mengasingkan diri serta merenung di tegalan punyanya. Tempatnya ada di halaman belakang tempat tinggalnya sendiri, lebih kurang 45 mtr. turunan tebing. Pas di atas tebing itu dia mengakui bikin pondok seperti kandang sapi, bahkan juga tiada listrik.

Artikel Lainnya : membuat pompa air tanpa listrik

“Kurang lebih 1 bulan saya cari trik agar dapat menambah air dari basic tebing itu. Siang malam saya disana seperti orang hilang ingatan, tak naik pulang ke rumah. Hingga akhirnya saya memanfaatkan pompa itu cuma saya diamkan saja dengan urutan klepnya terbalik. Memang memompa namun dorongan airnya kecil, tidak tahu bagaimana situasi di samping saya tidak mengerti kala itu, rasa takut lantas tak ada lantaran sangat konsentrasi cari trik bagaimana supaya dapat menambah air, ” pungkasnya.

Sampai air lantas dapat dia naikkan seusai 1 bulan merenung di gubuknya itu dalam akhir tahun 2017 waktu lalu. Hingga sekarang ini dia dapat nikmati air tak mesti beli mesin bertenaga listrik, atau cari air dengan memanfaatkan ember buat kebutuhan keseharian. “Tyang mula sing tamat SD, nanging semangat dapat ngelah (Saya memang tak tamat SD, namun semangat buat dapat miliki) , ” papar ia.

Pria yg tak bersekolah itu juga mengakui hingga sekarang ini udah menempatkan pompa airnya di tebing dekat tempat tinggalnya sejumlah tiga pompa. Bahkan juga kecil besarnya air yg naik dapat dia mengatur volumenya. Sampai ada yg terbuang serta jadikan buat menyiram lahan perkebunannya lantaran airnya senantiasa mengalir dari bawah ke atas, setelah itu dari pekarangannya turun kembali.

“Airnya bersumber dari tretesan tebing sebagai suatu sungai. Bila penduduk di sini mengatakannya Aungan Subak Kelod, Banjar Ked, Taro. Idenya saya pengin cari hak paten atas penemuan saya ini, namun terhambat cost ya saya biarkanlah saja dahulu, ” papar eks anggota salah satunya organisasi masyarakat populer di Bali itu.

Pria yang tugasnya serampangan itu mengakui perabotan yg dimanfaatkan pompa airnya itu peralatannya tak sulit. Bahkan juga kala dijumpai dia memberikan trik bagaimana dia merakitnya hingga airnya dapat naik dari basic tebing. Pertama saya pakai klep air yg biasa dimanfaatkan, setelah itu dimodif memanfaatkan pipa dengan ukuran yg dibutuhkan. Kala itu pun dibikin tabung pipa, serta selang dengan panjang sekedarnya.

“Setelah jadi, pompa ini saya letakkan pada ember umumnya. Ember itu di taruh pada tretesan air yg berada pada tebing, automatic klepnya ini bakal menambah air dibantu dengan tabung serta lewat slang bakal menambah air, demikian saja. Walaupun hasil karya orang yg tak tamat SD, saya mengharapkan ada perhatian pemerintahlah tidak tahu bagaimana kedepannya dengan hasil karya saya ini. Terutama buat keperluan beberapa orang, ” jelasnya.

Related posts

Leave a Comment